Pelatih Iran Tidak Terima Dengan Kartu Kuning Atas Ronaldo

Pelatih Iran Tidak Terima Dengan Kartu Kuning Atas Ronaldo l Bandar Piala Dunia 2018
Pelatih Iran Tidak Terima Dengan Kartu Kuning Atas Ronaldo l Bandar Piala Dunia 2018

Bandar Bola Piala Dunia –  Pelatih asal Timnas Iran, Carlos Queiroz merasa tidak setuju dengan keputusan wasit yang memberikan hadiah kartu kuning kepada Cristiano Ronaldo setelah melakukan pelanggaran atas salah satu pemainnya.

Pelatih Iran Tidak Terima Dengan Kartu Kuning Atas Ronaldo l Bandar Piala Dunia 2018

Pelatih Iran Tidak Terima Dengan Kartu Kuning Atas Ronaldo l Bandar Piala Dunia 2018.

Pertandingan yang di gelar antara Iran melawan Portugal di Mordovia Arena, Selasa (26/6) dini hari kemarin menyisakan rasa kesal kepada Carlos Queiroz. Pasalnya, Queiroz yakin bahwa timnya-lah yang layak untuk memenangkan pertandingan tersebut.

Namun sayangnya, ketidakadilan menjadi dalang yang membuat Timnas Iran gagal keluar sebagai pemenangnya.

“Saya pikir Iran, tanpa keraguan, dengan disiplin, dengan sikap, dan dengan cara kami mengontrol permainan, jika ada semacam keadilan dalam sepakbola, yang mana tak ada, hanya satu pemenang dalam pertandingan ini, dan pemenang itu adalah Iran,” cetusnya, seusai pertandingan itu, dikutip dari situs resmi FIFA.

Kekesalan mulai terjadi ketika wasit yang memberikan hadiah tendangan penalti kepada Portugal pada menit ke-53. Hal ini terjadi ketika Ronaldo dijatuhkan salah satu pemain asal Iran. Wasit yang melihat kejadian tersebut langsung menghentikan pertandingan dan segera melihat tayangan ulang tersebut melalui teknologi VAR.

Queiroz yang tidak tahan melihat keputusan sang wasit langsung berjalan meninggalkan lapangan dengan kesal, meskipun penalti yang diberikan sang wasit tidak tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sang kapten Portugal.

Tidak sampai disitu saja, pelanggaran kembali dilakukan kali ini oleh Cristiano Ronaldo. Dirinya ketahuan dengan sengaja menyikut badan dari Morteza Pouraliganji. Namun sayangnya, Ronaldo berhasil lolos dari ganjaran kartu merah dan hanya mendapatkan hukuman kartu kuning saja.

Pasalnya menurut Queiroz, sikutan dalam dunia sepak bola seharusnya berakhir dengan hukuman kartu merah, bahkan jika itu terjadi kepada pemain bintang seperti Ronaldo.

“Faktanya adalah anda menghentikan permainan untuk melihat tayang ulang VAR, lalu anda melihat ada sikutan. Setiap sikutan yang disengaja harus diganjar kartu merah kalau kita menuruti aturan FIFA. Aturan itu tidak menyebutkan apakah pelakunya Ronaldo atau Messi, tidak sedikit pun,” keluh Queiroz kepada Sky Sport.

Sang pelatih juga mulai mempertanyakan dengan kehadiran dari teknologi VAR. Menurutnya kehadiran VAR dan dibantu oleh para ahli video tidak membantu dalam pertandingan.

“Kebenaran harus dihormati dan kita butuh tahu siapa yang sebenarnya menjadi wasit dalam pertandingan. Mood saya sedang buruk, anda bisa lihat sendiri. Jika anda menggunakan VAR, maka pastikan bahwa manusianya jangan sampai melakukan kesalahan. Jika ada satu manusia yang memimpin pertandingan di lapangan dan melakukan kesalahan, kami bisa menerimanya.” ucapnya

Tapi ketika anda sudah punya teknologi tinggi, mendapat pelatihan, ribuan dollar untuk memasang sistem, lima orang di ruang video, lalu mereka tidak bisa melihat sikutan yang sudah jelas. Kartu kuning? Yang benar saja!” lanjutnya

Terlepas dari itu, Queiroz tetap menghormati Portugal yang dihuni pemain-pemain top dunia.

“Kami merasa bangga dan terhormat untuk bermain di Piala Dunia yang sangat kompetitif, menit per menit, tiap duelnya, bermain melawan salah satu tim terbaik dunia,” jelas dia, yang merupakan mantan pelatih timnas Portugal itu.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: