Kisah Mugiyono Si Pembawa Keberuntungan Bagi Dovizioso

Kisah Mugiyono Si Pembawa Keberuntungan Bagi Dovizioso
Kisah Mugiyono Si Pembawa Keberuntungan Bagi Dovizioso

Sabung Ayam Online – Bernama lengkap Nathania Mugiyono, pria asal kebumen, Jawa Tengah ini memiliki kisah unik di balik kesuksesan pembalap Andrea Dovizioso. Pekan lalu pembalap andalan Ducati itu menjadi pembalap yang tercepat di lintasan Sirkuit Losail, MotoGP Qatar 2018 dengan menduduki podium pertama.

Sosok di balik hel keberuntungan Dovisiozo - Agen Sabung Ayam

Sosok di balik hel keberuntungan Dovisiozo –Sabung Ayam Online

Berangkat dari tanah air tercinta, pria yang akrab di sapa Mugi tersebut terbang ke Qatar sebagai perwakilan teknisi helm KYT milik Indonesia. Dirinya bertugas untuk melakukan penyetelan pada setiap helm pembalap motor Grand Prix. seperti halnya untuk pembalap Dovisiozo.

Pembalap yang telah berusia 31 tahun tersebut di ketahui menggunakan helm Suomy sebagai pelindung kepala yang ia percayai. Helm Suomy adalah helm yang telah bekerja sama dengan KYT, karena hal tersebut lah Mugiyono memiliki kesempatan untuk mengatur helm pembalap Dovisiozo.

Dalam kesempatan wawancara Mogiyono dengan pihak CNN Indonesia, dirinya menjelaskan bahwa ia tidak datang seorang diri.

“Saya berangkat bersama rekan satu tim saya saat ke Qatar. Rekan teknisi lainnya yang menjadi perwakilan Indonesia adalah Pepen Permana,” ujar mugi.

Pria asal Kebumen tersebut megungkapan rasa kagumnya dengan pembalap international motogp, pasalnya mereka bersedia menghampiri Mugi untuk pengaturan helm yang mereka inginkan agar sesuai saat berada di lintasan.

“Di tempat saya bertugas, seperti di kejuaran lain biasanya saya berkeliling untuk melakukan pengaturan. Namun kali ini sunggu berbeda, saya kagum dengan mereka yang bersedia menghampiri saya untuk membicarakan pengaturan helm,”jelas mugiyono.

Mugiyono juga menjelaskan bagaimana kondisi lapangan balapan hingga rasa senang dirinya mengetahui Dovisiozo menjadi juara pertama.

“Dovizioso meminta perubahan warna kaca helmnya menjadi Dark Smoke karena pencahayaan di sirkuit sudah cukup terang. Bila saat itu ia memilih light smoke, pasti akan menganggu fokus matanya.”

Jika saat itu Dovisiozo tidak mengganti kaca helm yang di gunakannya kepada mugiyono, bisa saja ia tidak menjadi juara di podium pertama. Dapat di katakan kisah Mugiyono ini adalah si pembawa keberuntungan bagi Dovisiozo sendiri.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: